Archive for January, 2010

Tes Alergi

Tes Alergi dilakukan dengan memeriksa Ig E dalam darah, maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen). Read the rest of this entry »

Advertisements

Comments (1) »

Protected: Pemeriksaan Spine

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Enter your password to view comments.

Protected: Interaksi Obat

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Enter your password to view comments.

Patologi Kelainan Limfatik

Limfadenitis TB merupakan peradangan kelenjar getah bening yang disebabkan species Mycobacterium tuberculosis sehingga dikatakan Limfadenitis Spesifik. Limfadenitis TB ciri mikroskopis tampak kumpulan sel epiteloid dikelilingi oleh limfosit membentuk tubercle (soft maupun hard tubercle) disertai necrosis caseosa pada daerah tengah dari soft tubercle. Terdapat sel datia langhans(tapal kuda) dan banyak infiltrasi sel-sel radang mononuklear (MN).Neoplasma limfoid, pada beberapa kasus perbedaan di antara kategorinya mungkin samar. Skema klasifikasi terdahulu yang didasarkan morfologi dan gambaran klinis tidak menyertakan gambaran imunofenotipe dan sitogenetik; kemudian keduanya terbukti penting untuk mendefinisikan entitas tertentu. Skema klasifikasi yang terbentuk, yang disebut Revised European, American Classification of Lymphoid Neoplasms (sering disingkat sebagai REAL), mempertimbangkan morfologi, asal sel (ditentukan dalam praktik dengan penentuan imunofenotipe), gambaran klinis, dan genotipe (kariotipe, adanya genom virus) dan entititas. Klasifikasi tersebut mencakup semua neoplasma limfoid, termasuk leukemia dan mieloma multipel, dan membagi-bagi neoplasma berdasarkan asal menjadi tiga kategori besar (1) tumor sel B, (2) tumor sel T dan sel NK, serta (3) limfoma Hodgkin.

Limfoma Non Hodgkin merupakan neoplasma limfoid (tumor primer) dengan ciri mikroskopisnya tampak sel yang uniform, tidak ada liomfoid folikel, tidak reed stenbergs sel.

Lymphoma Hodgkin, seperti NHL, adalah suatu gangguan yang terutama mengenai jaringan limfoid. Limfoma ini hampir selalu berasal dari satu nodus atau serangkaian kelenjar getah bening dan biasanya menyebar ke kelenjar di sekitarnya. Limfoma Hodgkin dibedakan dengan NHL karenan beberapa alasan. Kelainan ini ditandai secara morfologis dengan adanya sel raksasa neoplastik khas yang disebut sel Reed-Sternberg (RS) bercampur dengan infiltrat sel radang reaktif noninflamatorik yang jumlahnya bervariasi.

Sine qua non untuk diagnosis histologik limfoma Hodgkin adalah sel RS. Sel ini terutama dibedakan berdasarkan nukleus yang multilobular atau multinukleus dengan nukleolus yang besar, bulat, dan menonjol. Yang terutama khas adalah dua nukleus atau lobus nukleus yang membentuk bayangan cermin, masing-masing mengandung nukleolus asidofilik besar (mirip badan inklusi) dikelilingi oleh zona jernih yang jelas; secara keseluruhan timbul gambaran mata burung hantu. Membran inti sel tampak jelas. Tampak jelas bahwa limfoma Hodgkin memperlihatkan pola histologik yang sangat beragam dan bahwa bentuk tertentu, dengan fibrosis, eosinofil, neutrofil, dan sel plasma, dapat sangat mirip dengan proses reaktif peradangan. Oleh karena itu, diagnosis histologik limfoma Hodgkin bersandar pada identifikasi sel RS atau variannya dengan latar belakang sel reaktif.

Menentukan asal sel RS neoplastik pada limfoma Hodgkin ternyata bukan merupakan pekerjaan mudah, sebagian karena sel ini jarang dibandingkan dengan infiltrat radang reaktif di sekitarnya. Telah lama diketahui bahwa varian L&H sel RS yang terdapat di limfoma Hodgkin predominansi limfosit nodular mengekspresikan penanda sel B, yang menunjang bahwa asalnya adalah sel B. Selama bertahun-tahun, EBV telah dicurigai sebagai agen etiologi berdasarkan Dengan modalitas terapi yang ada saat ini, gambaran histologi tidak banyak berdampak pada prognosis; namun stadium klinis tampaknya merupakan indikator prognosis yang penting.

Lymphangioma merupakan penyakit yang mirip tumor, yang predileksinya pada jaringan sub kutan, terutama di kepala, kulit dan leher, Kalo di leher disebut dengan higroma cystik, dapat pula pada organ dalam, seperti jaringan ikat viscera.Lymphangioma ada yang biasa (kapiler) dan ada yang kavernosa (higroma kistik)

Lymphangioma cavernosa ciri mikroskopisnya terdiri atas jalinan rongga berlapiskan endotel, dipastikan limfatik karena tidak ada eritrosit dan rongga rongga berdilatasi, kistik dengan sedikit stroma.

Comments (13) »

Al Baqarah 28-54

Leave a comment »

Protected: Decompensatio Cordis

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Enter your password to view comments.

Patologi Anatomi Dasar

Comments (17) »