Patologi Kelainan Cervix & Uterus

Adenomiosis interna atau Endometriosis merupakan kelainan endometrium/uterus berupa pertumbuhan lapisan basal endometrium menuju miometrium. Gejala yang sering dikeluhkan: dysmenorrhoe berat, nyeri pelvis, serta dapat menyebabkan infertilitas, ditandai uterus yang membesar.

Kelainan jaringan uterus dicurigai Adenomiosis interna atau Endometriosis jika pada makroskopisnya tampak uterus membesar dengan penebalan dinding tidak beraturan, terdapat bintik-bintik cokelat (kista coklat ovarium dapat dijumpai).

Adenomiosis interna atau Endometriosis ciri mikroskopisnya tampak jaringan miometrium dengan sel-sel otot polos, di sekitar otot polos terdapat fokus2 kelenjar endometrium dengan stroma endometriumnya juga. Tidak ada tanda anaplasi.

Tumor endometrium dan miometrium tersering adalah polip endometrium, leiomioma, dan karsinoma endometrium. Semuanya cenderung menyebabkan perdarahan dari uterus sebagai manifestasi paling awal.

Fibroma merupakan tumor jinak yang berasal dari jaringan fibroblas. Fibroma uteri dicurigai jika pada makroskopisnya tampak tumor padat, lobulated/sferis berwarna putih keabu-abuan, batas jelas, berkapsul dan berserat (semrawut).

Fibroma ciri mikroskopisnya tampak susunan sel fibroblas yang berdifferensiasi baik, disertai proliferasi fibrosit: sel gepeng, Inti spindle, ujung lancip, diantara sel-sel ada kolagen, tidak ada mitosis, bentuk uniform, dan terbentuk pola irregular bundles (non spesifik pattern)

Leiomioma merupakan tumor jinak paling sering pada wanita yang berasal dari otot polos di miometrium. Manifestasi tersering, apabila ada menoragia, dengan ada atau tidak ada metroragia.

Lieomioma uteri dicurigai jika tampak tumor padat, bulat, berwarna putih abu-abu, dengan batas jelas, pseudocapsul karena ada kompresi, ukuran bervariasi, berserat melingkar-lingkar membentuk Whorled Pattern (~ pusaran). Jenisnya tumbuh di dalam otot (intramural), tumbuh di bawah endometrium/ dalam cavum uteri (submucosa), dan tumbuh di lapisan serosa/menonjol keluar (subserosa).

Leiomioma uteri ciri mikoskopisnya tampak proliferasi sel otot polos, inti spindle (ujung tidak selancip fibroma) dengan ukuran & bentuk inti hampir sama, tidak ada tanda-tanda anaplasi, dan membentuk pola : pusaran air (Whorled Pattern).

Endometrial carcinoma merupakan neoplasma pada endometrium yang paling sering timbul pada usia antara 55 hingga 65 tahun, dan sangat jarang ditemukan pada usia kurang dari 40 tahun. Diketahui faktor resiko terjadinya karena kegemukan, diabetes, hipertensi, dan infertilitas yang semuanya menunjuk pada peningkatan stimulasi estrogen (bisa disebabkan karena efek samping pemberian estrogen eksogen). Hal ini sama juga seperti yang didapatkan pada kasus hiperplasia endometrium. Kelompok tumor ini mencakup karsinoma sel jernih dan serosa papilaris, yang penampakannya serupa di ovarium dan tidak ditentukan derajatnya.

Tumor uterus kesan ganas dicurigai Carcinoma endometrium (adenocarcinoma corpus uteri) jika pada makroskopisnya tampak
tampak lesi yang difus, mengenai seluruh permukaan endometrium.

Adenocarcinoma Corpus Uteri atau Carsinoma Endometrium ciri mikroskopisnya tampak sel tumor yang anaplastik, sel tumor berupa sel kolumner yang tersusun stratified membentuk struktus papiler. Pada bagian tengah papil terdapat fibrovaskuler stalk.

Hiperplasia Endometrium merupakan kelainan pada endometrium yang dipicu akibat kelebihan estrogen relatif terhadap progestin. Suatu saat kejadian ini bisa berkembang menjadi karsinoma endometrium yang resikonya bergantung pada keparahan perubahan hiperplastik dan atipia selular terkait. Hiperplasia merupakan peningkatan jumlah sel dalam organ atau jaringan.

Simple Hiperplasia Endometrium ciri mikroskopisnya tampak bentukan Swiss cheese pattern dengan ukuran lumen kelenjar bervariasi dan ada kelenjar yang  mengalami dilatasi sangat besar “cystic dilatation”, Gland in gland (kelenjar dilapisi oleh lebih dari selapis epitel bahkan ada yang menumpuk, lumen kelenjar berdekatan), bact to back (bila kelenjar sangat proliferatif, dan sangat berhimpit), pseudostratifikasi, stroma padat, kelenjar proliferasi, lumen bervariasi ukuran, epitel hiperplasia, morfologis tetap yaitu epitel silinder tidak bersilia

Metaplasia bisa juga terjadi pada cervix. Metaplasia adalah perubahan reversibel; pada perubahan tersebut satu jenis sel dewasa (epitelial atau mesenkimal) digantikan oleh jenis sel dewasa lain.

Squamous metaplasia endocervix ciri mikroskopisnya tampak epitel permukaan dan/atau epitel kelenjar berbentuk squamous, tetapi dilapisan bawahnya terdapat kelenjar (Normalnya ectocervix dilapisi epitel squamous / bertatah yang tidak menhasilkan secret & endocervix dilapisi epitel silindris yang dapat menghasilkan sekret).

4 Responses so far »

  1. 1

    merumerume said,

    Dysfunctional Uterine Bleeding merupakan perdarahan abnormal pada uterus akibat lesi organ di dalam rahim. Kemungkinan penyebab pendarahan berbeda tiap usia pada wanita antara lain: failure ovulation, inadequate lutheal phase, contraceptive-induced bleeding, maupun endometrial disorder (chronic endometritis, endometrial polyps, dan submucosal leiomyomas).

  2. 2

    merumerume said,

    Cervical Intraepithelial Neoplasia adalah tumor cervix dalam bentuk dysplasias, mengandung HPV di dalam sel genom, sehingga meningkatkan abnormalitas dari kromatin dan nuclear to cytoplasmic rationya.

  3. 3

    merumerume said,

    Carcinoma Cervix terus menjadi penyebab kematian utama yang terkait kanker pada wanita, meskipun sudah ada kemajuan untuk pengobatan dan diagnosis awalnya. Faktor risiko untuk Carsinoma serviks antara lain hubungan sex pertama usia dini, sering berganti pasangan sex, merokok, imunodefisiensi, dan infeksi paling banyak oleh papillomaviruses. Semua carsinoma serviks terkait infeksi HPV, terutama HPV subtipe 16, 18, 45, 31. Pemberian vaksin HPV dapat mencegah terjadinya kanker cervix.

  4. 4

    merumerume said,

    Carcinoma Corpus Uteri terjadi dengan faktor resiko utama pada obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, infertillity


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: