Patologi Kelainan Oral & GIT

Ameloblastoma merupakan tumor yang lokasinya 80% di daerah mandibula. Tumor jinak pada mandibula (Ameloblastoma) dicurigai apabila pada makroskopisnya tampak mandibula dengan massa jaringan tumor, yang kistik, jika ditekan maka dapat kembali lagi seperti telur penyu (pingpong phenomena).

Ameloblastoma tipe folikuler ciri mikroskopisnya tampak kelompok sel ameloblast yang tersusun seperti palisade atau pagar, di bagian sentral terdiri dari stellate retikulum, yaitu bentukan seperti pulau yang tersusun radier. Kelompok sel ameloblast ini dikelilingi oleh jar. Ikat padat/ fibroblast berwarna kemerahan. Tidak tampak sel anaplastik.

Adenoma Pleomorfik (Tumor Campuran Kelenjar liur) merupakan tumor jinak campuran pada kelenjar liur yang paling sering. Tumor ini umumnya terbentuk di parotis superficial, yang menyebabkan pembengkakan tidak nyeri di sudut rahang dan mudah diraba sebagai diskret (bisa sampai mengenai kelenjar pada auricula). Setelah bertahun-tahun (10 sampai 20 tahun) tumor jinak primer atau rekuren dapat mengalami transformasi keganasan yang disebut sebagai tumor kelenjar liur campuran ganas.

Pleomorphic Adenoma dicurigai jika pada makroskopisnya tampak tumor yang solid, berbatas jelas, berkapsul (biasanya tidak lengkap), berwarna putih keabuan. Pleomorphic Adenoma ciri mikroskopisnya terdiri dari 2 komponen: epitelial dan mesenkimal. Pada komponen epitelial tampak inti sel yang bulat, membentuk struktur acini, ductuli, dan sering ditemukan metaplasia squamous. Pada komponen mesenkimal tampak jaringan mixoid yang kendor yang terdiri dari stellate cell dengan warna lebih jernih dan sering ditemukan diferensiasi kartilago.

Tumor Whartin (Kistadenoma Papillaris Limfomatosum, Kistadenolimfoma) merupakan tumor jinak kelenjar liur yang jarang terbentuk hampir hanya regio kelenjar parotis dan diperkirakan mencerminkan kelenjar liur heterotopik yang terperangkap di dalam kelenjar getah bening regional saat embriogenesis. Tumor ini biasanya berupa massa kecil, berkapsul, dan bulat atau ovoid yang pada transeksi sering memperlihatkan rongga kistik atau celah yang mengandung musin dengan latar belakang abu-abu muda.

Whartin Tumor ciri mikroskopisnya memperlihatkan dua gambaran khas: (1) lapisan epitel dua deret yang melapisi rongga yang bercabang, kistik, atau mirip celah; dan (2) jaringan limfoid yang di dekatnya yang kadang-kadang membentuk sentrum germinativum.

TBC usus merupakan keradangan pada usus yang disebabkan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Ciri mikroskopisnya tampak kumpulan sel epiteloid dikelilingi oleh limfosit membentuk tubercle (soft maupun hard tubercle), disertai necrosis caseosa pada daerah tengah dari soft tubercle. Terdapat juga sel datia langhans(tapal kuda) dan banyak infiltrasi sel-sel radang mononuklear (MN).

Penyakit usus iskemik merupaka n penyakit vaskular pada usus. Infark usus memiliki tiga derajat keparahan dari infark transmural usus yang mengenai seluruh lapisan visera, hingga infark mural mukosa dan submukosa tanpa mengenai dinding otot, hingga infark mukosa apabila lesi tidak melebihi muskularis mukosa. Faktor predisposisi untuk ketiga bentuk iskemia adalah trombosis arteri, embolus arteri, trombosis vena, iskemia nonoklusif, dan lain-lain.

Makroskopisnya tampak perdarahan pada mukosa usus, edema karena kongesti (cyanosis, warna merah ungu kehitaman setelah diformalin berwarna coklat kehitaman), dinding usus menebal, konsistensinya kenyal, permukaannya halus karena edema. Infark usus ciri mikroskopisnya tampak: terdapat sebaran sel radang terutama pada daerah nekrosis, sel-sel sudah hancur, tidak teratur. Terjadi nonvaskularisasi dan ekstravasasi pembuluh darah.

Infark usus transmural dalam 24 jam bakteri ususnya menyebabkan gangren dan kadang-kadang perforasi usus. Infark mural dan mukosa menimbulkan peradangan di tepi lesi dan eksudat peradangan yang mengandung fibrin (pseudomembran), biasanya akibat superinfeksi bakteri, mungkin melapisi mukosa yang terkena. Selain itu, insufisiensi vaskular kronis dapat menyebabkan peradangan kronis dan pembentukan ulkus, yang mirip dengan penyakit usus meradang idiopatik.

Hemorrhoid merupakan penyakit vaskular pada usus berupa dilatasi varises pleksus vena submukosa anus dan perianus. Hemmoroid ciri mikroskopisnya tampak pelebaran pembuluh vena, isi eritrosit, thrombus, sebagian mengalami organisasi, rekanalisasi dari jaringan ikat fibros membentuk kanal2 baru (mencoba membentuk pembuluh darah baru). Bila epitel permukaan dilapisi oleh epitel kelenjar/silindris seperti pada usus disebut H. Interna. Bila epitel permukaan dilapisi oleh epitel squamus/berlapis pipih disebut H. Eksterna.

Hemoroid interna berupa varises vena hemoroidalis superior dan media yang muncul di atas garis anorektum dan ditutupi oleh mukosa rektum. Hemoroid eksterna berupa varises yang muncul di bawah garis anorektum mencerminkan pelebaran pleksus hemoroidalis inferior dan ditutupi oleh mukosa anus.

Sebagian besar (98%) kanker di usus besar (Karsinoma Kolorektum) adalah adenokarsinoma. Satu-satunya indikator prognostik untuk kanker kolorektum adalah luasnya (stadium) tumor saat diagnosis. The American Joint Commision on Cancer menggunakan klasifikasi TNM yakni antara lain Tumor (T), Kelenjar Getah Bening (N), dan Metastasis jauh (M).

Tumor jaringan usus, kesan ganas dicurigai Adenocarcinoma usus apabila makroskopisnya tampak tumor solid dan rapuh, tidak berbatas jelas maupun kapsul. Adenokarsinoma invasif kolon memperlihatkan kelenjar-kelenjar ganas menyebuk dinding otot.

Apendisitis akut merupakan gangguan peradangan pada appendiks. Apendisitis akut merupakan diagnosis abdomen yang paling mudah atau paling sulit. Kasus klasik ditandai dengan (1) rasa tidak nyaman ringan di daerah periumbilikus, diikuti oleh (2) anoreksia, mual, dan muntah, yang segera disertai oleh (3) nyeri tekan kuadran kanan bawah, yang dalam beberapa jam berubah menjadi (4) rasa pegal dalam atau nyeri di kuadran kanan bawah.  Makroskopisnya ditandai dengan pembesaran appendix, kemerahan, disertai pus.

Appendicitis akut ciri mikroskopisnya tampak: jaringan sembab (edema), stroma antar sel meregang, ekstravasasi eritrosit, dan stasis eritrosit dalam PD, tampak infiltrasi sel radang PMN. Mukosa usus normal diselingi oleh mukosa yang rusak akibat necrosis liquefactif (pus).

Reaksi peradangan mengubah serosa yang normalnya berkilap menjadi membran yang merah, granular, dan suram; perubahan ini menandakan apendisitis akut dini bagi dokter bedah. Dengan memburuknya proses peradangan, terjadi pembentukan abses di dinding usus, disertai ulserasi dan fokus nekrosis di mukosa. Keadaan ini mencerminkan apendisitis supuratif akut. Perburukan keadaan apendiks ini menyebabkan timbulnya daerah ulkus hijau tua di seluruh ketebalan dinding hingga ke serosa dan menghasilkan apendisitis gangrenosa akut yang cepat diikuti oleh ruptur dan peritonitis supurativa.

21 Responses so far »

  1. 1

    merumerume said,

    Lesi Peradangan Dan Ulseratif Rongga Mulut meliputi Ulkus Aftosa, Infeksi Virus Herpes, Infeksi Fungal, dan Sindrom Imunodefisiensi Didapat (AIDS).

    Infeksi Virus Herpes atau Stomatitis herpetika adalah infeksi yang sangat sering ditemukan yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) tipe I. Patogen ditularkan dari orang ke orang, umumnya melalui ciuman; setelah usia pertengahan lebih dari tiga perempat populasi telah terinfeksi. Pada reaktivasi (demam, pajanan matahari atau dingin, infeksi saluran napas, trauma), muncul vesikel kecil yang mengandung cairan jernih. Lesi paling sering terbentuk di bibir atau sekitar lubang hidung dan dikenal sebagai cold sores atau fever blister. Secara histologis, vesikel berawal sebagai suatu fokus edema antar- dan intrasel di epitel. Sel yang terinfeksi mengalami degenerasi balon dan membentuk badan inklusi virus asidofilik intranukleus. Kadang-kadang sel di sekitarnya membentuk sel raksasa atau polikarion. Identifikasi sel yang berisi badan inklusi atau polikarion dalam apusan dari cairan lepuh merupakan hasil positif pada uji Tzanck yang diagnostik untuk infeksi HSV; obat antivirus dapat mempercepat penyembuhan.

    Infeksi fungal. Candida albicans merupakan penghuni normal rongga mulut yang ditemukan pada 30% sampai 40% populasi; fungus menyebabkan penyakit hanya apabila terjadi gangguan pada mekanisme protektif yang biasa. Biasanya, kandidiasis oral bermanifestasi sebagai plak sirkumskripta, lekat, putih seperti dadih, dan terletak di mana saja dalam rongga mulut.

  2. 2

    merumerume said,

    Leukoplakia merupakan kelainan rongga mulut berupa suatu bercak atau plak mukosa keputihan berbatas tegas yang disebabkan oleh penebalan epidermis atau hiperkeratosis. Lesi tidak diketahui sebabnya, kecuali bahwa terdapat keterkaitan erat dengan pemakaian tembakau, terutama merokok dengan pipa dan tembakau tanpa asap (kantung tembakau, tembakau sedotan, mengunyah). Terdapat tiga lesi yang sedikit banyak saling terkait yang perlu dibedakan dari leukoplakia oral yakni: leukoplakia berambut, leukoplakia verukosa, dan eritroplasia. Eritroplasia adalah daerah sirkumskripta, merah, seperti beledu, sering granular, mungkin meninggi, dan batasnya iregular difus.

  3. 3

    merumerume said,

    Kanker Rongga Mulut dan Lidah. Hampir semua kanker mulut adalah karsinoma sel skuamosa. Tiga tempat asal karsinoma rongga mulut yang predominan adalah (sesuai urutan frekuensi) (1) batas vermilion tepi lateral bibir bawah, (2) dasar mulut, dan (3) batas lateral lidah yang bergerak. Lesi dapat menimbulkan nyeri lokal atau kesulita menelan, tetapi banyak yang asimtomatik sehingga lesi (yang terbiasa dirasakan ole lidah) diabaikan.

  4. 4

    merumerume said,

    Penyakit Kelenjar liyar meliputi: Sialadenitis dan Tumor Kelenjar Liur.

    Sialadenitis merupakan peradangan kelenjar liur mayor mungkin disebabkan oleh bakteri, virus, atau proses autoimun. Yang dominan dari penyebab adalah inveksi virus gondongan (mumps), yang menyebabkan pembesaran semua kelenjar liur utama terutama kelenjar parotis. Sialadenitis kronis terjadi akibat penurunan pembentukan pembentukan air liur yang diikuti peradangan. Penyebab utama adalah sialadenitis autoimun, yang hampir selalu bilateral.

    Tumor kelenjar liur menghasilkan beragam tumor yang mengingkari ukuran kecilnya. Neoplasma di kelenjar submaksila lebih berbahaya daripada neoplasma di parotis. Tumor utama yang timbul di parotis adalah adenoma pleomorfik jinak, yang kadang-kadang disebut tumor campuran yang berasal dari kelenjar liur.

  5. 5

    merumerume said,

    Esophagus Congenital Anomalies meliputi: Atresia fistulas, Webs, Rings, dan Stenosis.

    Stenosis esofagus gambaran klinis dan anatomisnya yaitu orang dewasa dengan disfagia progresif terhadap makanan padat dan akhirnya terhadap semua makanan; penyempitan esofagus bawah, yang biasanya terjadi akibat penyakit peradangan kronis, termasuk refluks gastroesofagus.

    Atresia, fistula esofagus gambaran klinis dan anatomisnya pada Neonatus dengan aspirasi, serangan tercekik, pneumonia; atresia esofagus (tidak adanya lumen) dan fistula trakeoesofagus dapat terjadi bersama-sama.

    Selaput, cincin esofagus gambaran klinis dan anatomisnya berupa disfagia episodik terhadap makanan padat, selaput mukosa didapat atau cincin konsentrik mukosa dan submukosa yang secara parsial menutup esofagus.

  6. 6

    merumerume said,

    Gangguan Anatomik dan Motorik Esofagus meliputi: Hernia Hiatus, Akalasia, Laserasi, dan Varises.

    Akalasia berarti “gagal melemas/ relax” dan dalam konteks saat ini menandakan relaksasi inkomplet sfingter esofagus bawah sebagai respons terhadap menelan. Hal ini menimbulkan obstruksi fungsional esofagus, yang menyebabkan esofagus lebih proksimal mengalami dilatasi. Pemeriksaan manometrik memperlihatkan tiga kelainan utama pada akalasia: (1) aperistalsis, (2) relaksasi parsial atau inkomplit sfingter esofagus bawah saat menelan, dan (3) peningkatan tonus istirahat sfingter esofagus bawah.

    Hernia hiatus, pemisahan krura diafragma dan melebarnya ruang antara krura otot dan dinding esofagus yang menyebabkan segmen lambung yang membesar menonjol di atas diafragma. Dikenal adanya dua pola anatomik: hernia aksial atau sliding hernia dan hernia noaksial atau paraesofagus. Hernia slidding membentuk 95% kasus; penonjolan lambung di atas diafragma menyebabkan dilatasi berbentuk lonceng yang bagian bawahnya dibatasi oleh penyempitan diafragma. Pada hernia paraesofagus, bagian lambung tersendiri, biasanya kurvatura mayor, masuk ke toraks melalui foramen yang melebar. Penyebab kelainan anatomi ini tidak diketahui.

    Diverticula esofagus gambaran klinis dan anatominya yaitu regurgitasi makanan episodik, terutama malam hari, kadang-kadang menyebabkan nyeri; penonjolan keluar dinding esofagus yang didapat. Diverticulum meliputi: Zenker diverticulum, Traction diverticulum, Epinephric diverticulum.

    Laserasi (Sindrom Mallory-Weiss) merupakan robekan longitudinal di taut esofagogastrik. Laserasi ini ditemukan pada pecandu alkohol setelah serangan retching atau muntah hebat, walaupun dapat juga terjadi sewaktu muntah hebat pada penyakit akut.

    Varises esofagus yaitu melebar dan berkelok-keloknya pembuluh vena akibat peningkatan tekanan di pleksus esofagus. Varises terdapat pada sekitar dua pertiga dari semua pasien sirosis. Varises paling sering berkaitan dengan sirosis alkoholik. Varises muncul terutama terletak di submukosa esofagus distal dan lambung proksimal. Ruptur varises menimbulkan pendarahan masif ke dalam lumen, serta merembesnya darah ke dalam dinding esofagus.

  7. 7

    merumerume said,

    Esofagitis merupakan cedera pada mukosa esofagus yang diikuti oleh peradangan merupakan masalah yang sering ditemukan. Sebagian besar kasus esofagitis di negara Barat disebabkan oleh refluks isi lambung (esofagitis refluks). Tiga gambaran histologis khas untuk esofagitis refluks non-komplikata, walaupun hanya satu atau dua yang mungkin ditemukan: (1) eosinofil, dengan atau tanpa neutrofil, di lapisan epitel; (2) hiperplasia zona basal; dan (3) memanjangnya lamina propria papilla.

  8. 8

    merumerume said,

    Esofagus Barret adalah komplikasi refluks gastroesofagus kronis, yang terjadi pada hampir 10% pasien dengan penyakit refluks simtomatik persisten, serta pada beberapa pasien dengan refluks asimtomatik. Esofagus barret didefinisikan sebagai penggantian mukosa skuamosa berlapis distal normal oleh epitel kolumnar metaplastik yang mengandung sel goblet.

  9. 9

    merumerume said,

    Karsinoma Esofagus dapat berupa tumor jinak yang berasal dari mukosa skuamosa dan mesenkim di bawahnya. Namun, tumor ini dikalahkan oleh kanker esofagus, yang terdiri atas dua jenis: karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

    Faktor lingkungan dan makanan berkaitan dengan karsinoma sel skuamosa. Faktor kontribusi yang penting adalah lambatnya perjalanan makanan di esofagus, sehingga mukosa lebih lama terpajan karsinogen potensial seperti yang terdapat dalam tembakau dan minuman beralkohol. Peran esofagitis kronis, yang berkaitan dengan alkohol dan tembakau, sebagai faktor predisposisi telah banyak diketahui. Peran disposisi genetik sangat tidak jelas, tetapi terdapat suatu sindroma genetik tilosis yang jarang, ditandai dengan pembentukan berlebihan keratin di kulit telapak tangan dan kaki, pasien hampir pasti akan mengalami kanker esofagus.

    Karsinoma sel skuamosa biasanya didahului oleh prodroma lama displasia epitel mukosa diikuti oleh karsinoma in situ, dan akhirnya, oleh munculnya kanker invasif. Lesi awal tampak sebagai elevasi atau penebalan mirip-plak, kecil, dan putih abu-abu di mukosa. Dalam beberapa bulan atau tahun, lesi menjadi tumor dengan mengambil salah satu dari tiga bentuk: (1) massa eksofitik polipoid yang menonjol ke dalam lumen; (2) ulserasi kanker nekrotik yang dalam dan kadang-kadang menimbulkan erosi hingga saluran napas, aorta, atau tempat lain; dan (3) neoplasma infiltratif difus yang menyebabkan penebalan dan kekakuan dinding serta penyempitan lumen esofagus. Apapun polanya, sekitar 20% timbul esofagus servikalis atau torakalis atas, 50% di sepertiga tengah, dan 30% di sepertiga bawah.

    Adenocarcinoma esofagus tampaknya berasal dari mukosa displastik yang melapisi esofagus Barret.

  10. 10

    merumerume said,

    Anomali Lambung Kongenital meliputi penyakit Stenosis pilorus, Hernia diafragmatika, Heterotopia lambung. Stenosis pilorus ditandai adanya hipertrofi otot polos di dinding pilorus. Hernia diafragmatika merupakan herniasi lambung dan isi abdomen lain ke dalam toraks melalui defek di diafragma. Heterotopia lambung ditandai oleh nidus mukosa lambung di esofagus atau usus halus (“ectopic rest”).

  11. 11

    merumerume said,

    Gastritis didefinisikan sebagai peradangan mukosa lambung, meliputi gastritis kronis dan gastritis akut.

    Gastritis kronis didefinisikan sebagai peradangan mukosa kronis yang akhirnya menyebabkan atrofi mukosa dan metaplasia epitel. Sejauh ini keterkaitan etiologik terpenting adalah infeksi kronis oleh Helicobacter pylori. Apapun penyebab atau distribusi histologik gastritis kronis, peradangan terdiri atas infiltrat limfosit dan sel plasma di lamina propria, kadang-kadang disertai peradangan neutrofilik di regio leher lubang (pit) mukosa. Peradangan mungkin disertai pengurangan kelenjar dengan derajat bervariasi dan atrofi mukosa.Metaplasia intestinalis yang mengacu pada digantikannya epitel lambung oleh sel kolumnar dan goblet varian usus. Keadaan tersebut merupakan kelainan yang signifikan karena karsinoma tipe gastrointestinal tampaknya berasal dari displasia epitel metaplastik ini.

    Gastritis akut adalah proses peradangan mukosa akut, biasanya bersifat transien. Peradangan mungkin disertai perdarahan ke dalam mukosa dan, pada kasus yang lebih parah, terlepasnya epitel mukosa superfisial (erosi). Bentuk erosif yang parah ini merupakan penyebab penting perdarahan saluran cerna akut. Patogenesis belum sepenuhnya dipahami, sebagian karena mekanisme normal untuk proteksi mukosa lambung belum semuanya jelas. Secara keseluruhan gastritis adalah salah satu penyebab utama hematemesis, terutama pada pecandu alkohol. Morfologinya terdapat spektrum keparahan yang berkisar dari sangat lokal (seperti yang terjadi pada cedera akibat NSAID), sampai difus dan dari peradangan superfisial hingga keterlibatan seluruh ketebalan mukosa disertai perdarahan dan nekrosis fokal. Erosi dan perdarahan yang timbul mudah terlihat dengan endoskopi dan disebut gastritis erosif akut.

  12. 12

    merumerume said,

    Ulkus Lambung, ulkus didefinisikan sebagai defek pada mukosa saluran cerna yang meluas melalui mukosa muskularis hingga submukosa atau lebih dalam. Meskipun ulkus dapat terjadi di mana saja dalam saluran cerna, tidak ada yang lebih sering daripada ulkus peptik yang terjadi di duodenum dan lambung.

    Ulkus Peptik adalah lesi kronis, umumnya solitar, yang dapat terjadi di setiap bagian saluran cerna yang terpajan getah asam peptik. Ulkus duodenum lebih sering pada pasien dengan sirosis alkoholik, penyakit paru obstruktif kronis, gagal ginjal kronis, dan hiperparatiroidisme. Patogenesisnya terdapat dua fakta kunci. Pertama, prasyarat mendasar terjadinya ulkus peptik adalah terpajannya mukosa ke asam lambung dan pepsin. Kedua, terdapat keterkaitan kausal yang erat dengan infeksi H. pylori.

    Berdasarkan definisi, ulkus ini adalah defek di mukosa yang menembus paling sedikit hingga submukosa, dan sering hingga muskularis propria atau lebih ke dalam. Sebagian besar berupa kawah punched-out bundar berbatas tegas dengan garis tengah 2 sampai 4 cm. Biasanya, tepi kawah tegak lurus dan terdapat sedikit edema di mukosa sekitar, tetapi tidak seperti ulkus kanker tidak ditemukan peninggian signifikan atau pembentukan semacam bubungan di tepi ulkus.

    Gambaran histologik bervariasi sesuai aktivitas, kronisitas, dan derajat penyembuhan. Pada ulkus kronis terbuka, dapat dibedakan empat zona: (1) dasar dan tepi memiliki sebuah lapisan tipis debris fibroid nekrotik yang berlandaskan (2) suatu zona infiltrat peradangan nonspesifik aktif dengan predominansi neutrofil, yang berlandaskan (3) jaringan granulasi, yang di sebelah dalamnya terdapat (4) jaringan parut fibrosa kolagenosa yang menyebar luas dari tepi ulkus.

    Sebagian besar ulkus peptik menyebabkan rasa perih, rasa panas, atau nyeri tumpul epigastrium, tetapi sebagian kecil datang sudah dengan penyulit seperti perdarahan atau perforasi. Perdarahan adalah keluhan utama, terjadi hampir sepertiga pasien, dan mungkin membahayakan nyawa. Perforasi terjadi pada lebih sedikit pasien tetapi sering menjadi penyebab dari 3000 kematian akibat penyakit ini per tahun di Amerika Serikat. Obstruksi saluran pilorus jarang terjadi.

    Ulkus lambung akut atau defek mukosa lambung yang bersifat lokal dapat terjadi setelah stress berat dan disebut ulkus stress (stress ulcer). Ulkus stress paling sering ditemukan pada keadaan trauma berat, termasuk tindakan bedah mayor, sepsis, atau segala penyakit yang parah; luka bakar luas (disebut ulkus Curling); cedera susunan saraf pusat akibat trauma atau pembedahan atau perdarahan intraserebral (ulkusnya disebut ulkus Cushing); pajanan kronis ke obat yang mengiritasi lambung terutama NSAID dan kortikosteroid.

  13. 13

    merumerume said,

    Seperti di saluran cerna lainnya, tumor yang berasal dari mukosa lebih sering ditemukan daripada tumor mesenkim. Tumor ini secara garis besar diklasifikasikan menjadi polip dan karsinoma.

    Polip Lambung, kata polip digunakan untuk setiap nodus atau massa yang menonjol lebih tinggi daripada mukosa disekitarnya. Di lambung, lesi ini paling sering berupa (1) polip hiperplastik (80% sampai 85%), (2) polip kelenjar fundus (sekitar 10%), dan (3) polip adenomatosa (sekitar 5%). Polip hiperplastik dan polip kelenjar fundus pada dasarnya tidak berbahaya. Sebaliknya, jelas terdapat resiko adanya adenokarsinoma pada polip adenomatosa, yang meningkat seiring dengan ukuran polip. Polip adenoma yang lebih jarang ditemukan, mengandung epitel displastik.

    Karsinoma Lambung merupakan penyakit mendunia dengan insidensi sangat bervariasi. Jepang, Kolombia, Kosta Riska, dan Hungaria memiliki insidensi yang tinggi. Kanker lambung memperlihatkan dua tipe morfologik, yang disebut intestinal dan difus. Faktor utama yang diperkirakan mempengaruhi pembentukan kanker ini adalah lingkungan. Gastritis kronis yang berkaitan dengan infeksi H. pylori masih merupakan faktor resiko utama untuk karsinoma lambung.

    Letak karsinoma lambung di dalam lambung adalah pilorus dan antrum, 50% hingga 60%; kardia, 25%; serta sisanya di korpus dan fundus. Kurvatura minor terkena pada sekitar, 40% dan kurvatura mayor 12% kasus. Karsinoma lambung diklasifikasikan berdasarkan kedalaman invasi, pola pertumbuhan makroskopik, dan subtipe histologik. Karsinola lambung dini didefinisikan sebagai lesi yang terbatas di mukosa dan submukosa, tanpa memandang ada tidaknya metastasis ke kelenjar getah bening perigastrik. Karsinoma lambung lanjut adalah neoplasma yang telah meluas melewati submukosa ke dinding otot dan mungkin telah tersebar luas. Displasia mukosa lambung adalah lesi prekursor yang diperkirakan untuk kanker lambung dini, yang pada akhirnya berubah menjadi lesi “lanjut”. Walaupun jarang, keganasan dapat menginfiltrasi dinding lambung secara luas atau bahkan seluruhnya. Lambung yang kaku dan menebal disebut leather bottle stomach atau linitis plastika.

    Terdapat banyak klasifikasi gambaran histologis kanker lambung, tetapi dua tipe yang terpenting adalah tipe intestinal dan tipe difus. Varian intestinal terdiri atas sel ganas yang membentuk kelenjar intestinal neoplastik mirip dengan yang terdapat pada adenokarsinoma kolon. Varian difus terdiri atas sel mukosa tipe-lambung yang umumnya tidak membentuk kelenjar, tetapi menembus mukosa dan dinding berbagai sel signet ring (cincin cap) yang tersebar atau kelompok kecil pada pola pertumbuhan “infiltratif”. Karsinoma lambung dapat menyebar intraperitoneum yang agak tidak lazim pada perempuan yaitu ke kedua ovarium, sehingga terbentuk apa yang disebut tumor Krukenberg.

  14. 14

    merumerume said,

    Di usus halus, anomali utama adalah atresia atau stenosis, duplikasi, divertikulum meckel, omfalokel. Sedangkan di usus besar, anomali utama adalah malrotasi usus dan penyakit hirschsprung.

    Divertikulum Meckel adalah anomali yang tersering dan tidak berbahaya. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan involusi duktus omfalomesenterikus sehingga terbentuk penonjolan tubular buntu yang menetap dengan panjang hingga 5 sampai 6 cm. Walaupun jarang, pada divertikulum Meckel dapat ditemukan sisa (pancreatic rest), dan pada sekitar separuh kasus terdapat pulau-pulau heterotopik mukosa lambung yang tetap berfungsi.

    Penyakit Hirschsprung: Megakolon Kongenital merupakan anomali perkembangan pada kolon berbentuk suatu segmen aganglionik yang tidak memiliki pleksus submukosa Meissner dan pleksus mienterikus Auerbach.

  15. 15

    merumerume said,

    Penyakit Diare merupakan entitas yang sering ditemukan. Banyak yang disebabkan oleh mikroba; sebagian lainnya terjadi pada sindrom malabsorpsi dan penyakit usus meradang idiopatik.

    Enterokolitis Infeksius adalah masalah global yang proporsinya sangat besar, meliputi Gastroenteritis Virus, Enterokolitis Bakteri, Infeksi Protozoa. Penyebab utama Enterokolitis Bakterialis yaitu organisme: Eschericia coli, Salmonella spp, Shigella spp, Campylobacter, Yersinia enterocolitica, Vibrio cholerae, spesies Vibrio lainnya, Clostridium difficile, Clostridium perfringens, dan Mycobacterium tuberculosis. Clostridium difficile adalah organisme usus normal, tetapi setelah pemberian antibiotik sistemik dapat terjadi pertumbuhan berlebihan strain penghasil sitotoksin. Timbul kolitis pseudomembranosa khas, yang namanya berasal dari adanya mukus dan debris fibrinopurulen mirip-plak yang lekat ke mukosa superfisial yang mengalami kerusakan. Infeksi Protozoa yaitu oleh: Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, dan Kriptosporidiosis.

    Kedaruratan saluran cerna pada neonatus, terutama mereka yang prematur atau berat lahirnya rendah, adalah enterokolitis nekrotikans. Peradangan nekrotikans akut pada usus halus dan besar ini terjadi akibat kombinasi imaturitas fungsional usus neonatus, kolonisasi dan invasi oleh oleh organisme patogenik dan cedera iskemik sekunder. Cedera pada awalnya hanya di mukosa, tetapi pada kasus yang parah seluruh dinding usus mengalami perdarahan dan menjadi gangren sehingga diperlukan tindakan bedah.

    Sindrom Malabsorpsi, malabsorpsi ditandai dengan penyerapan suboptimal lemak, vitamin larut-lemak dan vitamin lain, protein, karbohidrat, elektrolit dan mineral, serta air. Sindrom Malabsorpsi meliputi: Celiac disease, Tropical sprue (postinfectious sprue), Whipple disease, Dissaccharidase (lactase) deficiency, Abetalipoproteinemia.

  16. 16

    merumerume said,

    Penyakit Usus Meradang Idiopatik meliputi Penyakit Crohn (Crohn disease, CD) dan kolitis ulserativa (ulcerative colitis, UC) adalah ganggua rekuren kronis yang penyebabnya tidak diketahui. Kedua penyakit ini memiliki banyak kesamaan gambaran dan secara kolektif disebut sebagai penyakit usus meradang (inflammatory bowel disease, IBD) idiopatik. CD dapat mengenai semua bagian saluran cerna, dari esofagus hingga anus, tetapi terutama menyerang usus halus dan kolon; sekitar separuh kasus memperlihatkan peradangan granulomatosa nonperkijuan. UC adalah penyakit nongranulomatosa yang terbatas di kolon.

    Penyakit Crohn nyatanya, hanya melibatkan usus halus ditemukan pada 30% kasus, dan kolon 40%, dan sekitar 30% mengenai duodenum, lambung, esofagus, dan bahkan mulut, tetapi jarang terkena. Apabila telah berkembang sempurna, CD ditandai dengan (1) peradangan usus yang berbatas tegas dan biasanya transmural dan menyebabkan kerusakan mukosa, (2) adanya granuloma non-perkijuan pada 40% sampai 60% kasus, dan (3) fisura disertai pembentukan fistula. Pada sefmen yang sakit, serosa menjadi granular dan berwarna abu-abu suram serta mesenterium sering membungkus permukaan usus (creeping fat. Dinding usus seperti karet dan tebal, akibat edema, peradangan, fibrosis, dan hipertrofi muskularis propria. Akibatnya, lumen hampir selalu menyempit; di usus halus hal ini secara radiografis muncul sebagai string sign, arus sempit barium yang melewati segmen yang sakit. Gambaran klasik CD adalah batas yang tegas antara segmen yang sakit dengan bagian bagian usus yang sehat. Apabila banyak segmen yang terkena, usus di antaranya pada dasarnya normal (skip lesions.

    Pada pemeriksaan mikroskopik, mukosa memperlihatkan beberapa gambaran khas: (1) peradangan, dengan infiltrasi neutrofil ke dalam lapisan epitel dan akumulasi di dalam kriptus untuk membentuk abses kriptus; (2) ulserasi, yang merupakan hasil akhir penyakit aktif; dan (3) kerusakan mukosa kronis dalam bentuk distorsi arsitektur, atrofi, dan metaplasia (termasuk metaplasia lambung rudimenter di usus). Granuloma dapat ditemukan di mana saja dalam saluran cerna, bahkan pada pasien dengan CD yang terbatas di satu segmen usus. Namun, tidak adanya granuloma tidak menyingkirkan diagnosis CD. Pada segmen yang sakit, muskularis mukosa dan muskularis propria biasanya sangat menebal, dan fibrosis mengenai semua lapisan jaringan. Agregat limfoid yang tersebar di berbagai lapisan jaringan dan di lemak ekstramural juga khas.

    Kolitis Ulserative (UC) adalah suatu penyakit ulseroinflamatorik yang mengenai kolon, tetapi terbatas di mukosa dan submukosa, kecuali pada kasus yang sangat parah. UC berawal di rektum dan meluas perkontinuitatum ke proksimal, kadang-kadang mengenai seluruh kolon.

    Terdapat beberapa perbedaan penting antara UC dan CD. Pada UC, tidak ditemukan granuloma yang nyata. UC tidak memperlihatkan “skip lesions” (tidak ada mukosa sehat di antara lesi). Ulkus mukosa pada UC jarang meluas melewati submukosa, dan hanya ditemukan sedikit fibrosis. Tidak terjadi penebalan mural pada UC, dan permukaan serosa biasanya normal. Pasien dengan UC beresiko lebih besar mengidap karsinoma.

    Pada saat diagnosis, UC hanya mengenai rektum dan kolon rektorsigmoid pada sekitar 50% kasus; pasien sangat jarang datang pertama kali dengan pankolitis. Pada penyakit aktif yang parah, terbentuk ulkus ekstensif berdasar luas di kolon distal atau seluruh kolon. Terdapat pulau-pulau regenerasi mukosa yang terpisah-pisah dan menyembul ke atas sehingga membentuk pseudopolip. Pada kasus yang jarang, muskularis propria mengalami kerusakan berat sehingga terjadi perforasi dan pembentukan abses perikolon. Bila hal ini terjadi, kolon mengalami pembengkakan progresif dan menjadi gangren (megakolon toksik).

    Gambaran patologik UC adalah peradangan mukosa, ulserasi, dan kerusakan kronis mukosa. Pada awalnya hampir selalu ditemukan infiltrat peradangan difus, yang terutama terdiri atas sel mononukleus, di lamina propria, bahkan pada saat gejala klinis pertama kali muncul. Kedua, destruksi mukosa lebih lanjut menyebabkan terbentuknya ulkus, yang meluas ke dalam submukosa dan kadang-kadang menyebabkan muskularis propria terpajan. Ketiga, dengan remisi penyakit aktif, kawah ulkus terisi oleh jaringan granulasi diikuti oleh regenerasi epitel mukosa.

  17. 17

    merumerume said,

    Penyakit Vaskular pada usus meliputi: penyakit usus iskemik, angiodisplasia, dan hemoroid.

    Angiodisplasia merupakan pelebaran pembuluh darah mukosa dan submukosa yang berkelok-kelok paling sering ditemukan di sekum atau kolon kanan, biasanya setelah usia 60-an.

  18. 18

    merumerume said,

    Divertikulum adalah kantong buntu yang dimulai dari saluran cerna, dilapisi oleh mukosa, dan berhubungan dengan lumen usus. Divertikulum didapat dapat terbentuk di mana saja dalam saluran cerna, tetapi lokasi tersering adalah kolon, yang menyebabkan penyakit Divertikulum Kolon atau divertikulosis.

  19. 19

    merumerume said,

    Tumor Usus Halus dan Besar meliputi: Polip Non Neoplastik/Jinak (Polip hiperplastik, polip hamartomatosa yaitu polip juvenilis dan polip Peutz-Jeghers, Polip inflamatorik, Polip limfoid); Lesi Epitel Neoplastik (Polip jinak yaitu adenoma, Lesi Ganas yaitu adenokarsinoma, tumor karsinoid, dan karsinoma zona anus); Lesi Mesenkim (tumor stroma saluran cerna jinak atau ganas, lesi jinak lainnya yaitu lipoma, neuroma, angioma, serta sarkoma kaposi); Limfoma.

    Sedangkan Tumor pada Colon dan Rectum meliputi: Polip Nonneoplastik, Adenoma, Sindrom Poliposis Familial, Karsinoma Kolorektum, dan Tumor Karsinoid.

    Adenoma adalah polip neoplastik yang berkisar dari tumor kecil yang sering bertangkai hingga lesi besar yang biasanya sessile. Polip adenomatosa dibagi menjadi tiga subtipe berdasarkan struktur epitelnya. Adenoma tubular terutama kelenjar tubular, merekapitulasi topologi mukosa. Adenoma vilosa berupa tonjolan-tonjolan seperti vilus. Adenoma tubulovilosa merupakan campurannya.

  20. 20

    merumerume said,

    Limfoma Saluran Cerna dapat timbul pada setiap segmen saluran cerna akibat penyebaran limfoma non-Hodgkin. Limfoma sporadik adalah bentuk tersering di dunia Barat dan tampaknya berasal dari sel B jaringan limfoid terkait-mukosa (mucosa-associated lymphoid tissue, MALT. Bagi sebagian besar limfoma saluran cerna, belum pernah dilaporkan penyakit atau lesi patologik sebagai faktor predisposisi. Namun, limfoma MALT lambung tampaknya berkaitan erat dengan aktivasi limfoid mukosa, akibat gastritis kronis yang berhubungan dengan infeksi Helicobacter.

  21. 21

    merumerume said,

    Tumor apendiks terdiri dari karsinoid, mukokel, pseudomiksoma peritonei. Karsinoid merupakan bentuk neoplasia tersering di apendiks.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: